30 Juli 2018

Haemodialisa

Haemodialisa atau sering disingkat dengan istilah HD merupakan suatu proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh menggunakan mesin dialysis. Mesin dialysis disebut sebagai ginjal buatan karena fungsinya yang menggantikan kerja ginjal pasien yang sudah tidak dapat bekerja secara optimal. Proses haemodialisa ini digunakan pada pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialysis waktu singkat. Masyarakat awam sering menyebut proses haemodialisa ini sebagai cuci darah.

Dalam PERNEFRI (2012) disebutkan bahwa hemodialisis merupakan suatu tindakan ‘pengobatan’ dengan tujuan mengeluarkan sisa metabolisme atau koreksi elektrolit darah serta cairan tubuh melalui proses pertukaran antara bahan yang ada dalam darah dan dialisat melewati membran semi permiabel secara difusi atau ultrafiltrasi. Tujuan dari tindakan tersebut adalah untuk menolong penderita dengan gangguan fungsi ginjal sedemikian rupa sehingga pengobatan biasa atau konservatif sudah tidak lagi mempertahankan kehidupan.

Sejak tahun 2010 RSUD Wates telah memiliki Instalasi Dialisis. Awal mula berdiri, instalasi ini hanya memiliki empat mesin dialysis dan melayani pasien hanya dalam satu shift saja. Namun saat ini, Instalasi Haemodialisa RSUD Wates telah memilikl delapan mesin dialysis dengan dialiser single use yang siap melayani pasien setiap hari kerja mulai dari pukul 06.30 – 23.00 WIB dan terbagi dalam tiga shift. Diluar jam kerja dan hari minggu, haemodialisa tetap dapat dilaksanakan jika pasien mengalami keadaan darurat atas indikasi medis.

Pelayanan haemodialisa di RSUD Wates melayani pasien rawat jalan, rawat inap, dan pasien traveling. Sebelum menjalani tindakan HD, beberapa hal yang harus dipersiapkan antara lain:

  1. Surat pengantar/ instruksi dari Dokter Penanggung Jawab Pasien yang berserfitikat atau persetujuan dari Dokter Penanggung Jawab Instalasi Dialisis.
  2. Data Identitas Pasien dan Surat Persetujuan dilakukan tindakan HD dari pasien maupun keluarga.
  3. Data kesehatan pasien meliputi keadaan umum, riwayat penyakit, riwayat alergi, keadaan fisik/ hasil pemeriksaan fisik, serta keadaan psikososial pasien.
  4. Data Laboratorium meliputi kadar Hb, Ureum, Kreatinin, dan HbSAg.
  5. Untuk pasien traveling dilengkapi dengan surat traveling dari RS asal pasien
  6. Pastikan bahwa pasien benar-benar telah siap untuk dilakukan haemodialisis.

Pasien yang memenuhi kriteria dan persyaratan untuk dilakukan HD yang terdaftar di Instalasi Dialisis akan dicatat dan dijadwalkan untuk tindakan HD sesuai dengan kondisi pasien. Selanjutnya pasien dapat langsung mendatangi Instalasi Dialisis untuk melakukan haemodialisis sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.  (-pkrs rsud wates @juli2018-)